Kamis, 20 Agustus 2015

Puisi

Nurani Biru

Terurai derai nurani syahdu
Terhempas bak terlinang jauh
Apa daya hati meronta?
Tak diminta, tak juga diharap

Sinis berderu mengiris
Mengapa kau begitu ragu..?
Akan asumsi gelap gilaku
Aku mulai tak kenal batas

Namun, siapa peduli?
Hiperbola beranjak memuncak
Kuakui ku terpuruk dalam
Dalam melodi merusak akal

Dusta bisa binasa
Bila semu erat membayang
Bungkam lari dari hadapan
Aku terperdaya cukup

Namun, apa guna?
Sejauh nurani mengalir, siapa yang peduli?
Bahkan acuhmu seolah tak henti
Aku bisu dulu pernah membencimu

Kini, semua mendayu merintih
Aku suka padamu
Tak ku elak lagi
Walau tiada guna, ini..
Tafsir merusak ego, aku tak mau berjingkat.


By : Tsania Maharani

Bagikan

Jangan lewatkan

Puisi
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Suka dengan artikel di atas? Tambahkan email Anda untuk berlangganan.