Bodoh... Tak biasanya aku sebegitu bodoh seperti ini. Mencari-cari namamu di internet. Kira-kira adakah hal tolol lagi yang akan kulakukan setelah ini? Kuharap tidak sama sekali. Besok itu UKK.
Sadar akan kewajibanmu. Ujian Nasional sudah diambang pintu.
Belakangan ini, kupikir aku terlalu sering memikirkanmu. Orang yang tiba-tiba saja merampas kecintaanku pada pelajaran Fisika, atau Matematika, atau apalah. Aku mengorbankan waktuku tanpa alasan. Aku seperti terjerembab dan hiperbola total. Entahlah, kedengarannya tak cocok. Tanganku reflek menuliskan nama jelekmu.
Dan satu lagi, mungkin aku paranoid. Kumohon, tatapanmu waktu itu hanyalah sekadar gurauan dan kebetulan kan? Tak berarti layaknya aku membalas senyummu setahun yang lalu disaat aku masih membencimu. Dulu, disaat aku benar-benar menganggapmu sebagai saingan berat kelas kakap.
Wajah semu itu tak kunjung pudar. Aku belum tahu, atau sudah terlalu tahu alasannya.
Saat itu bisa saja kita duel di kelas, namun kini aku tidak terlalu yakin jika saja itu aku lakukan sekarang. Pemahamanku tentang dirimu sudah berbeda dan semakin membaik.
Bagikan
Cerpen : Menjangkau Waktu
4/
5
Oleh
Unknown

